Followers

Kamis, 29 Januari 2015

Film Indonesia bulan Februari 2015

Bulan Februari 2015 sudah di depan mata dan film Indonesia siap menghibur penikmat film

5 Februari 2015, di minggu perdana Februari terdapat dua film genre drama

1. Janji Hati
Sebuah film adaptasi novel dengan judul yang sama ini bercerita mengenai perebutan dua kakak beradik dalam merebut hati seorang wanita. Film yang penuh dengan adegan romantis ini merupakan akting pertama Aliando Syarief di layar lebar setelah kesuksesannya di sinetron Ganteng Ganteng Serigala. Bagaimana keromantisan Aliando dengan lawan mainnya? Para fans Aliando bersiaplah menangis.

2. Nada Untuk Asa
Sebuah film adaptasi novel karya Ita Sembiring yang menceritakan tentang perjuangan dua orang wanita yang harus menghadapi stigma negatif dari orang lain serta keluarganya sendiri. Disutradarai oleh Charles Gozali serta dibintangi oleh Marsha Timothy, Darius Sinathrya dan Acha Septriasa akan menjadi sebuah cerita yang menyentuh hati para penontonnya.

12 Februari 2015, 2 hari sebelum Valentine film Indonesia menghadirkan 2 genre yang berbeda ke masyarakat Indonesia

1. Kapan Kawin?
Sebuah film komedi karya Ody C. Harahap yang berangkat dari permasalahan yang sering ditanyakan kepada anak muda oleh orang tuanya "kapan kawin?". Dengan menitikberatkan kualitas akting dua peraih Piala Citra yaitu Reza Rahadian dan Adinia Wirasti serta pemeran pendukung berkualitas seperti Febby Febiola dan Adi Kurdi. Apakah 2 pemenang Piala Citra ini berhasil membuat anda tertawa? Mari menonton kelucuan mereka di bioskop di kota anda.

2. This Is Cinta
Starvision Plus kembali hadir dengan film drama romantis untuk para kaula muda. This Is Cinta menduetkan Yuki Kato dan Shawn Adrian dalam sebuah cerita layar lebar karya sutradara Sonny Gaokasak. Menceritakan kisah dua sejoli yang saling suka namun sulit bersatu. Mengambil lokasi syuting di Jakarta dan Selandia Baru, film ini akan menjadi pendamping dalam menyambut valentine.

18 Februari 2015, di minggu ketiga Februari akan hadir kembali dua film terbaru Indonesia

1. CJR The Movie
CJR kembali ke layar lebar! Setelah kesuksesan film Coboy Junior The Movie, kali ini Falcon Pictures memproduksi sekuelnya. Film ini menceritakan perjalanan CJR untuk melupakan kesedihan setelah keluarnya Bastian dari grup dengan berlibur ke negeri kangguru. Melakukan proses syuting di Indonesia dan Australia, film ini pasti sangat dinanti oleh para Komet di seluruh Indonesia. Selamat menunggu keseruan mereka di bioskop kesayangan Anda.

2. Takut: Tujuh Hari Bersama Setan
Sineas Indonesia tidak ada habisnya memproduksi film horor. Kali ini Nayato Fio Nuala menyutradarai sebuah film adaptasi novel populer Tujuh Hari Di Villa Angker yang menceritakan keangkeran sebuah villa di kaki Gunung Wilis, Jawa Timur. Semakin banyak film horor berkualitas akan mengubah pandangan masyarakat dengan genre yang satu ini.

26 Februari 2015, minggu terakhir Februari dihiasi tiga film dengan genre berbeda, dua diantaranya merupakan adaptasi novel.

1. Gue Bukan Pocong
Genre horor kembali ke layar lebar di Februari. Kali ini Findo Purwono HW menyutradarai film adaptasi novel Gue Bukan Pocong. Menceritakan seorang cowo yang gagal mendapatkan cewenya sehingga harus menjadi setan gentanyangan bernama pocong. Nantikan kelucuan dan keseraman pocong yang patah hati dalam mengejar cintanya di bioskop. Hihihihi

2. 2014
Film yang mengangkat tema pemilu Indonesia tahun 2014 ini gagal tayang di tahun lalu karena hal yang tidak diketahui. Akhirnya, film yang penuh dengan nuasa politik ini akan memberikan sisi lain dunia politik untuk masyarakat Indonesia. Film karya duet sutradara Hanung Bramantyo dan Rahabi Mandra ini akan bertaburan aktor dan aktris nomor wahid di tanah air yaitu Rio Dewanto, Atiqah Hasiholan, Ray Sahetapy, Rizky Alatas, Maudy Ayunda dll. Film yang patut ditonton bulan ini, selamat menantinya!

3. Anak Kos Dodol
Film adaptasi novel keempat di bulan ini. Menceritakan kehidupan 3 orang wanita yang baru lulus SMA yang hidup di rumah kos. Mereka harus berjuang menyatukan kemistri, walau penuh rintangan akhirnya mereka bisa terus bersama hingga menemukan rasa cinta. Dibintangi oleh Ayudia Bing Slamet, Indra Sinaga, Pongki Barata dan Sophie Navita. Tonton kedodolan anak kos di bioskop.

Film Indonesia bulan Januari 2015

Tahun Baru 2015 telah tiba!! Waktunya perfilman Indonesia menjadi lebih baik.

Di bulan Januari ini terdapat 10 film yang akan tayang di bioskop tanah air. Ayo kita simak ulasannya berikut ini.

Erau Kota Raja (8 Januari 2015)
Film perdana karya Bambang Drias ini bercerita tentang seorang wartawan yang ditugaskan untuk meliput sebuah perayaan besar di Kalimantan Timur yaitu Pesta Erau. Film ini direncanakan tayang tahun 2014, namun ditunda dan akhirnya tayang 8 Januari 2015. Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris papan atas Indonesia seperti Nadine Chandrawinata, Denny Sumargo, Ray Sahetapy dan Jajang C. Noer.

Garuda Superhero (8 Januari 2015)
Film superhero pertama Indonesia di abad 21 yang menggunakan teknologi CGI. Merupakan sebuah karya yang melalui proses panjang bertahun-tahun di tangan sutradara X-Jo. Bercerita tentang sosok pahlawan super bernama Garuda yang harus melindungi dunia dari serangan penjahat Durja King. Dibintangi oleh Rizal Idrus, Alexa Key, Slamet Rahardjo dan Agus Kuncoro.

Tanah Mama (8 Januari 2015)
Pulau Papua menjadi latar tempat syuting film Indonesia. Kali ini sebuah film dokumenter dari Kalyana Surya Films karya sutradara Asrilda Elisabeth yang menceritakan perjuangan para mama di pedalaman Papua dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Dibalik 98 (15 Januari 2015)
Tema orde baru jarang diangkat oleh sineaa Indonesia. Namun, Lukman Sardi justru menjadikannya latar cerita debut filmnya sebagai sutradara. Menceritakan konflik yang dialami seorang aktivis mahasiswa dalam penghujung jatuhnya kekuasaan orde baru. Dibintangi oleh aktor dan aktris muda berbakat yaitu Chelsea Islan, Boy William, Donnya Alamsyah dab Ririn Ekawati serta didukung  oleh Teuku Rifnu Wikana, Agus Kuncoro dll.

Hijab (15 Januari 2015)
Film bertema Islam kembali diangkat ke layar lebar. Kali ini Hanung Bramantyo mengangkat sebuah masalah kaum wanita yang memakai hijab dalam dunia modern dengan dibumbui komedi. Dibintangi para aktris top tanah air yaitu Zaskia Adya Mecca, Tika Bravani, Carissa Putri dan Natasha Rizki.

Cerita Cinta (22 Januari 2015)
Sineas Indonesia belom berhenti untuk mengadaptasi novel ke layar lebar, kali ini giliran novel Cerita Cinta. Cerita Cinta adalah film perdana dari aktor remaja Teuku Rassya, anak Tamara Belyznski dan Teuku Rafli. Dia harus beradu akting dengan jebolan ajang Indonesian Indol Dhera dalam sebuah cerita tentang perjuangan mendapat cinta sejati.

Kacaunya Dunia Persilatan (22 Januari 2015)
Kebangkitan genre film laga terus berlanjut. Kali ini sutradara Hilman Mutasi mengangkat perjuangan para jagoan silat untuk menjaga perdamaian dengan bumbu komedi. Diperankan oleh aktor dan aktris kondang tanah air yaitu Darius Sinathrya, Tora Sudiro, Aming, Joe P Project, Agung Saga dll.

Nenek Siam (22 Januari 2015)
Eksistensi film horor terus berlanjut. Film yang dibintangi aktris wanita yang sudah tidak asing lagi seperti Kirana Larasati dan Bella Esperance ini mengangkat misteri yang terjadi dengan seorang nenek di rumah yang angker.

Penjuru 5 Santri (29 Januari 2015)
Film bernuansa Islam ke-2 di bulan ini setelah Hijab. Namun, Penjuru 5 Santri berbeda fokus cerita. Film ini sesuai dengan judulnya menuturkan kisah perjuangan 5 orang santri di sebuah pondok pesantren. Dibintangi oleh para aktor dan aktris remaja serta didukung aktor kawakan seperti Roy Marten dan Ray Sahetapy.

Rock N Love (29 Januari 2015)
Musisi tanah air kembali mencoba peruntungannya di layar lebar. Setelah Noah dan Armada di 2013, tahun ini giliran band Kotak yang dihuni oleh Tantri, Cua, dan Cella. Film ini menceritakan perjalanan band Kotak dalam menapaki berbagai rintangan untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang. Didukung juga oleh aktor muda tampan Vino G. Bastian, Denny Sumargo dan Ganindra Bimo. Kerabat Kotak pasti sudah tidak sabar menanti film ini.

Sabtu, 14 Desember 2013

Ceritaku




Firmadi Rabil, itulah namanya. Anak yang kalem di kelas, banyak omong ketika di Rohis, dan cukup tidak terkenal di SMA 55. Dalam perjalanan sekolah dari SD, SMP hingga SMA dia selalu nyaman dengan kelas yang ditempati. Termasuk kelas yang satu ini XI IPS C yang berisikan anak-anak yang cukup unik dan mungkin tidak bisa dilupakan dalam benak pikirannya. Saat memilih jurusan IPS, Rabil telah bisa membayangkan dan memperkirakan apa yang akan dia hadapi bila masuk kelas IPS di SMA 55. Itu terlihat dari segala hal yang berbau negatif di 55 mayoritas bersumber dari IPS, namun itu tidak menjadi halangan untuk memilih IPS karena merasa kemampuan maksimal dia ada dalam bidang IPS. Hari pertama masuk di kelas XI IPS C dia bertemu dengan teman yang baru dia lihat di tahun kedua SMA yaitu seorang anak baru pindahan dari Pekanbaru yang logat Melayunya sangat khas yaitu Avicenna. Berhubung sama-sama pendiam mereka pun duduk bersama di tempat yang cukup strategis yaitu baris ke dua. Saat hari pertama pun terlihat bahwa kelas ini akan cukup menyulitkan guru karena para penghuninya memiliki kemampuan untuk membuat tertawa ataupun membuat marah.
Seminggu pertama sekolah hampir bisa dikatakan semua guru yang akan mengajar di kelas ini super bete karena saat mengajar banyak anak yang ngobrol sendiri, tidak memperhatikan dan berbagai macam tindakan yang membuat guru jadi tidak nyaman. Wali kelas yang bertanggung jawab membina kelas ini Pak Toha merasa tidak nyaman dengan semua komentar negatif guru terhadap kelas ini melakukan perombakan tempat duduk dengan menempatkan semua siswa laki-laki di 3 baris belakang termasuk Rabil yang notabenenya cukup baik perilakunya. Keputusan Pak Toha ini sebenarnya bukan membawa kebaikan bagi kelas tapi membawa masalah karena semua siswa laki-laki yang memiliki kemampuan berbicara tingkat tinggi dikumpulkan jadi satu. Sepanjang 2 semester di kelas ini banyak sekali masalah yang terjadi dan mayoritas itu adalah negatif.
Antara lain adalah msalah ketidakhadiran, kelas ini memiliki 2 ikon siswa yang paling sering tidak masuk yaitu Siti Nurfadilah dan Radhil Surya. Siti Nurfadilah merupakan wanita yang cukup tidak punya masalah dengan guru selama 3 bulan pertama namun setelah itu ia terus-menerus mencetak alpa, Pak Toha pun berusaha terus mencari penyebab tidak masuknya Siti Nurfadilah dan ketemu ternyata dia sakit. Setelah sembuh dia masuk dan beberapa minggu kemudian kembali alpa sampai akhirnya Siti Nurfadilah pun memutuskan keluar dari kelas ini. Namun dia tetap tidak melepas komunikasi dengan teman-teman di XI IPS C buktinya saat ada megatugas dari Bu Emmi tentang pembuatan video perdagangan internasional dia membantu kelompok Ana, Sekar dll untuk membuat video di Tj.Priok.
Sedangkan Radhil bisa dibilang super duper parah karena ternyata hobi tidak masuknya telah berlangsung sejak di kelas XI sebelumnya. Radhil juga harus berpisah dengan kelas ini bersama Siti Nurfadilah di akhir semester 1 tapi masalah dia bukan hanya ketidakhadiran tapi juga masalah melanggar peraturan sekolah dan malas ngerjain tugas. Selama semester 1 dia selalu duduk bersama dengan M.Kevin yang juga sama dengan Radhil suka melanggar aturan dan malas ngerjain tugas. Kesamaan itu membuat mereka diibaratkan adik dan abang di kelas ini. Walau Radhil tidak banyak bicara tapi dia memiliki tingkat keisengan paling tinggi di kelas. Keisengan yang paling menjadi ikon dia adalah “suara kambing dari handphonenya” keisengan ini paling sering dia lakukan kepada guru yang paling baik Bu Hezma. Saat sedang belajar sejarah dan suasana sedang sunyi Radhil dengan enaknya membunyikan “suara kambing” dan Bu Hezma pun terkaget, nah saat inilah para siswa laki-laki yang malas dengerin guru ngajar beraksi mengalihkan pembicaraan Bu Hezma dari pelajaran sejarah ke masalah suara kambing dan berlanjut ke hal lain yang tidak ada hubungannnya dengan pelajaran sampai tiba-tiba terdengar suara bel pertanda pelajaran berakhir. Sungguh luar biasa kan.