Pengikut

Sabtu, 14 Desember 2013

Ceritaku




Firmadi Rabil, itulah namanya. Anak yang kalem di kelas, banyak omong ketika di Rohis, dan cukup tidak terkenal di SMA 55. Dalam perjalanan sekolah dari SD, SMP hingga SMA dia selalu nyaman dengan kelas yang ditempati. Termasuk kelas yang satu ini XI IPS C yang berisikan anak-anak yang cukup unik dan mungkin tidak bisa dilupakan dalam benak pikirannya. Saat memilih jurusan IPS, Rabil telah bisa membayangkan dan memperkirakan apa yang akan dia hadapi bila masuk kelas IPS di SMA 55. Itu terlihat dari segala hal yang berbau negatif di 55 mayoritas bersumber dari IPS, namun itu tidak menjadi halangan untuk memilih IPS karena merasa kemampuan maksimal dia ada dalam bidang IPS. Hari pertama masuk di kelas XI IPS C dia bertemu dengan teman yang baru dia lihat di tahun kedua SMA yaitu seorang anak baru pindahan dari Pekanbaru yang logat Melayunya sangat khas yaitu Avicenna. Berhubung sama-sama pendiam mereka pun duduk bersama di tempat yang cukup strategis yaitu baris ke dua. Saat hari pertama pun terlihat bahwa kelas ini akan cukup menyulitkan guru karena para penghuninya memiliki kemampuan untuk membuat tertawa ataupun membuat marah.
Seminggu pertama sekolah hampir bisa dikatakan semua guru yang akan mengajar di kelas ini super bete karena saat mengajar banyak anak yang ngobrol sendiri, tidak memperhatikan dan berbagai macam tindakan yang membuat guru jadi tidak nyaman. Wali kelas yang bertanggung jawab membina kelas ini Pak Toha merasa tidak nyaman dengan semua komentar negatif guru terhadap kelas ini melakukan perombakan tempat duduk dengan menempatkan semua siswa laki-laki di 3 baris belakang termasuk Rabil yang notabenenya cukup baik perilakunya. Keputusan Pak Toha ini sebenarnya bukan membawa kebaikan bagi kelas tapi membawa masalah karena semua siswa laki-laki yang memiliki kemampuan berbicara tingkat tinggi dikumpulkan jadi satu. Sepanjang 2 semester di kelas ini banyak sekali masalah yang terjadi dan mayoritas itu adalah negatif.
Antara lain adalah msalah ketidakhadiran, kelas ini memiliki 2 ikon siswa yang paling sering tidak masuk yaitu Siti Nurfadilah dan Radhil Surya. Siti Nurfadilah merupakan wanita yang cukup tidak punya masalah dengan guru selama 3 bulan pertama namun setelah itu ia terus-menerus mencetak alpa, Pak Toha pun berusaha terus mencari penyebab tidak masuknya Siti Nurfadilah dan ketemu ternyata dia sakit. Setelah sembuh dia masuk dan beberapa minggu kemudian kembali alpa sampai akhirnya Siti Nurfadilah pun memutuskan keluar dari kelas ini. Namun dia tetap tidak melepas komunikasi dengan teman-teman di XI IPS C buktinya saat ada megatugas dari Bu Emmi tentang pembuatan video perdagangan internasional dia membantu kelompok Ana, Sekar dll untuk membuat video di Tj.Priok.
Sedangkan Radhil bisa dibilang super duper parah karena ternyata hobi tidak masuknya telah berlangsung sejak di kelas XI sebelumnya. Radhil juga harus berpisah dengan kelas ini bersama Siti Nurfadilah di akhir semester 1 tapi masalah dia bukan hanya ketidakhadiran tapi juga masalah melanggar peraturan sekolah dan malas ngerjain tugas. Selama semester 1 dia selalu duduk bersama dengan M.Kevin yang juga sama dengan Radhil suka melanggar aturan dan malas ngerjain tugas. Kesamaan itu membuat mereka diibaratkan adik dan abang di kelas ini. Walau Radhil tidak banyak bicara tapi dia memiliki tingkat keisengan paling tinggi di kelas. Keisengan yang paling menjadi ikon dia adalah “suara kambing dari handphonenya” keisengan ini paling sering dia lakukan kepada guru yang paling baik Bu Hezma. Saat sedang belajar sejarah dan suasana sedang sunyi Radhil dengan enaknya membunyikan “suara kambing” dan Bu Hezma pun terkaget, nah saat inilah para siswa laki-laki yang malas dengerin guru ngajar beraksi mengalihkan pembicaraan Bu Hezma dari pelajaran sejarah ke masalah suara kambing dan berlanjut ke hal lain yang tidak ada hubungannnya dengan pelajaran sampai tiba-tiba terdengar suara bel pertanda pelajaran berakhir. Sungguh luar biasa kan.

Sabtu, 19 Oktober 2013

The Best Flashback Sorito

              Sepanjang perjalanan satu tahun di Sorito banyak sekali hal - hal ekstrim yang terjadi di tim ini, namun karena hampir semua angggotanya menyukai itu jadi kesolidan pun semakin erat terikat seperti lem yang paling kuat di dunia, wkwkw. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :


  1. Sorito Juara Voli Class Meeting Season 1
 Class Meeting Season 1 seperti biasa berlangsung setelah semester ganjil berakhir. Di Grup BBM Sorito telah dikumandangkan pengumuman ntuk dateng ClassMeet untuk mendukung tim Sorito bertanding. Namun semua harapan itu musnah, para Sorito Ladie's males dateng ClassMeet mereka lebih suka dirumah aja daripada mendukung tim. Dengan komposisi tim yang hampir selalu sama dalam setiap pertandingan futsal, basket, hingga voli diantaranya Khidam, Adam, Ichsan, Bimo, Vicky, Rafizha, Reza, Ervano, Firmadi, Miftah selalu bergantian posisi dalam tim setiap ganti pertandingan basket, voli, dan futsal. Tapi bukan itu saja tim Sorito ada beberapa suporter yang beranggotakan Shun, Avicenna, Rinaldi, Rizky, Vanny, Ana, Sekar, Via yang bersorak sorak mendukung Sorito. Namun perjuangan Sorito perlahan lahan kandas, dari pertandingan futsal, catur, tenis meja, hingga basket. Tunggu dulu Sorito masih bertahan di Voli, tim Voli Sorito mampu tampil konsisten sepanjang pertandingan pertama hingga terakhir hingga berhasil menggondol gelar juara Voli walau dengan komposisi pemain seperti diatas. Sungguh luar biasa. Sorito Heeebaaattt.

    2. Sorito gagal mempertahankan gelar juara bertahan Voli di Class Meeting Season 2
  Class Meet Season 2 berlangsung setelah berakhirnya semester genap. Hampir sama dengan kejadian di Season 1 Sorito sepi pendukung dan pemain, dan semakin parah karena para pemain datengnya sering banget telaat. Dan permainan menjadi sangat tidak konsisten karena musuh yang dihadapi langsung tim tim tangguh. Akhirnya nasib Sorito di ClassMeet Season 2 berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan walau tim ini juara bertahan Voli. Sungguh menyedihkan Sorito.

   3. ;*;'e.. ":?<<.e
  Judul ini diberikan karena hal yang dilakukan sangat berbahaya yaitu membuat sebuah video yang sangat terkenal dari sebuah lagu yang telah menggoncang dunia. Tidak mau ketinggalan dengan penduduk negara lain, tim Sorito pun telah menyiapkan waktu yang tepat untuk membuat. Dan "Time to Action" para Men's of Sorito yang terkenal sangat ekstrim mulai mempersiapkan hal hal konyol untuk direkam, ada yang buka baju dan naik ke atas loker buku, buka celana dan hanya ditutupi dengan jaket, tutupin kepala dengan ember sambil mengepel udara, ada yang nempel di jendela kelas, berdiri sambil buka tutup kantong plastik di kepala. melakukan goyang e.,-";*/ ke loker dan hal hal ekstrim sekaligus kocak lainnya.Setelah semua video terekam sesuai rencana dan siap untuk dipublikasikan, tiba - tiba setelah bel masuk berbunyi sekitar 3 kelas digiring keluar untuk mempertanggungjawabkan ulahnya yang ingin membuat video ,.;.'e/. ,';';,,# sama seperti Sorito!!! Gawat!!!! Sontak seisi kelas terutama yang cowok terlihat panik, matilahh Sorito!!! Semua ide untuk mempublikasikan video dibatalkan dan video itu pun menjadi kenangan panik Sorito, karena kalau ketahuan membuat video akan diberikan hukuman berat. 


Teman bisa memberikan saran tulisan dengan mention ke @firmadirabil.
    

Jumat, 18 Oktober 2013

Sampai kembali di Jakarta

       Perjalanan dari Bali menuju Yogyakarta tidak melalui jalan yang berbeda dengan waktu pemberangkatan, namun suasananya memiliki perbedaan yaitu saat berangkat suasananya malam dan gelap gulita sedangkan saat balik suasananya terang benderang sehingga terlihat jelas pemandangan kiri kanan jalan yang didominasi oleh tanaman tanaman perkebunan seperti tebu dan jati. Akibat tersesat di jalan saat akan menuju restoran untuk makan siang menyebabkan kami pun telat sampai di Malioboro.
        Di Malioboro, suasananya sangat ramai saat malam semakin larut. Namun barang yang ditawarkan tidak terlalu berbeda dengan di Bali namun bedanya disini ciri khas Jogja sangat kental. Sayangnya banyak dari para peserta study tour telah kehabisan ongkos sehingga hanya beberapa yang masih sempet beli beli buah tangan. Disaat bis Sorito sudah dateng telat, kepanikan semakin meningkat dikarenakan Avicenna belum balik juga ke bis!!! Dari bis study tour masih ada 4 hingga bis tersisa 2 saja Avicenna belum balik juga. Semua anggota Sorito mulai panik dan berspekulasi tentang Cenna "udah tinggalin aja" "kalo dia sampe kita telanjangin yuk" untuk meyesiasati waktu yang semakin malam Firmadi mencoba menelepon namun tidak tersambung, akhirnya OT, Temon dan Pak Toha turun dari bis untuk mencari Cenna. Dan yang ditunggu - tunggu akhirnya tiba. Cenna akhirnya tiba!!! Hooreee!!
        Dan dampak telat Cenna tim kami menjadi yang paling terakhir makan malam dan check in hotel, tapi itu tidak masalah yang terpenting kita tetap solid. Dan sampai di hotel, Sorito menjadi tim special terutama yang cowok karena semua cowok digabung dalam satu pendopo yang cukup luas, wooow tidak terbayang serunya. Esok paginya semua tim pun melanjutkan perjalanan ke Jakarta!!! Di sepanjang perjalanan dari Jogja menuju Jawa Tengah pemandangan didominasi oleh sawah yang ijo royo.Memasuki wilayah Jawa Tengah pemandangan berganti dengan perkebunan jati dan saat pulang ini kami tahu jalan mana saja yang menyebabkan perjalanan berangkat kami sangat buruk yaitu di daerah Jawa Tengah!! Perbatasan Jateng dan Jabar suasana mulai kembali bersemangat dengan dimulainya kembali penyetelan lagu dangdut dan time to dance!!! Namun itu hanya sesaat karena kasetnya macet dan jalanan yang berlubang dan berkelok kelok.
         Pukul 23.30 menjelang tengah malam tiba - tiba terjadi kegaduhan, bis sudah di gerbang tol Halim menuju exit tol. Sontak semua anggota mulai mempersiapkan barang barang yang dibawa agar tidak tertinggal dan sibuk menelpon ortu untuk dijemput. Dan kami tiba kembali di Minyak Raya. Perpisahan dengan teman teman tak terelakkan, sedihnya berpisah setelah satu minggu bersama.
         Namun apa mau dikata ini adalah waktunya kita berpisah dan ini juga adalah akhir cerita Sorito sepanjang Study Tour. Semoga para pembaca menikmati cerita ini. Tenang saja blog ini akan tetap menulis pengalaman penulis dalam bersekolah. Sampai bertemu di cerita selanjutnya.


Thank you for my friends and others.