Minggu, 01 Januari 2017

The Raid, Pembangkit Film Laga Indonesia

Perfilman Indonesia di tahun 1970-an mengalami booming film laga bertema silat. Kisahnya ada yang berdasarkan tokoh komik (Si Buta dari Goa Hantu, Panji Tengkorak, Wiro Sableng) dan kisah legenda masyarakat (Si Pitung, Ken Arok). Ketika perfilman Indonesia mengalami penurunan kualitas di era 1980-an film laga menghilang dari bioskop digantikan film horor.

Setelah 40 tahun mati suri film laga Indonesia kembali bangkit menyemarakkan bioskop. Hal ini dimulai berkat kesuksesan The Raid yang berhasil memukau para kritikus di ajang Festival Film Toronto tahun 2011. Walau The Raid disutradarai Gareth Evans asal Wales, seluruh aktor dan hak cipta berasal dari Indonesia.

Poster The Raid

Kesuksesan The Raid di luar negeri menjadikan nama Iko Uwais, Joe Taslim, Yayan Ruhian melejit dan membuat banyak sineas Internasional tidak ragu bekerjasama dengannnya. Menurut catatan, Iko telah membintangi dua film mancanegara yaitu Man of Taichi, Star Wars Episode VII, Beyond Skyline, dan Mile 22. Joe Taslim membintangi dua film yaitu Fast & Furious 6 dan Star Trek Beyond. Sedangkan Yayan Ruhian membintangi dua film Yakuza Apocalypse, Star Wars Episode VII, Beyond Skyline.

Sukses The Raid di luar negeri menular ke dalam negeri dan menjadi blockbuster di tahun 2012. Selain itu The Raid pun membangkitkan genre film laga Indonesia. Sejak penayangan The Raid, setiap tahun bioskop tanah air selalu dihiasi film laga seperti Guardian (2014), Pendekar Tongkat Emas (2014), Comic 8 (2014), Runaway (2014), Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015) 3 (2015), Comic 8: Casino Kings Part 2 (2016), Skakmat (2016), Headshot (2016), The Professionals (2016), Spy in Love (2016). 

Kepopuleran kembali film laga Indonesia tidak bisa bergantung pada aktor yang memiliki kemampuan bela diri dan tema yang berulang. Tetapi perlu mengembangkan kualitas cerita, kualitas teknologi serta kemampuan marketing yang baik sehingga film laga tidak kembali tertidur seperti 40 tahun yang lalu.

Film Indonesia Desember 2016

Akhir tahun film Indonesia selalu hadir dengan sesuatu yang menarik. Berikut beberapa film diantaranya:


Headshot

Iko Uwais kembali hadir di film Indonesia setelah The Raid 2: Berandal di tahun 2014. Di film ini Iko tampil bersama bintang ternama Indonesia seperti Julie Estelle, Chelsea Islan, Ganindra Bimo serta aktor Singapura Sunny Pang. Headshot merupakan film pertama dari Screenplay Infinite Studios dan melakukan syuting di Infinite Studio Batam. Film ini juga berhasil diputar di berbagai festival film internasional seperti di Toronto dan Singapura. 




Bulan Terbelah di Langit Amerika 2

Max Pictures kembali mengembangkan kisah novel karya Hanum Salsabiela Rais dengan menghadirkan sekuel Bulan Terbelah di Langit Amerika yang sukses di akhir tahun 2015. Film ini kembali menghadirkan pemeran seperti di prekuelnya yaitu Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Rianti Cartwright, Nino Fernandez dan Hannah Al Rashid. 



Cek Toko Sebelah

Ernest Prakasa kembali menyutradarai sebuah film komedi bernuansa etnis Tionghoa berjudul Cek Toko Sebelah. Film ini menghadirkan kisah keluarga dengan berlatar belakang permasalahan warisan toko. Di film ini Ernest tampil bersama Giselle, Dion Wiyoko, dan Adinia Rasti. 




Hangout

Setelah meraih kesuksesan besar di libur lebaran melalui Koala Kumal di akhir tahun ini Raditya Dika kembali menghadirkan film baru original. Di akhir tahun 2015 Dika menghadirkan komedi patah hati Single yang sukses, maka di tahun 2016 Dika meluncurkan komedi thriller Hangout. Di film ini Dika tampil dengan bintang ternama dunia hiburan Indonesia seperti Gading Marten, Mathias Muchus, Titi Kamal, Bayu Skak, Prilly Latuconsina, Surya Saputra, Soleh Solihun, dan Dinda Kanyadewi.






Film Indonesia November 2016

Shy Shy Cat

Setelah sukses membuat film musikal di bulan lalu. November tahun ini Starvision menghadirkan sebuah film drama komedi dengan deretan bintang papan atas Indonesia yaitu Fedi Nuril, Nirina Zubir, Acha Septriasa dan Tika Bravani. Shy Cat (Malu Malu Kucing) merupakan film pertama Nirina dan Acha setelah Heart di tahun 2006. Film ini akan bercerita tentang kisah perjodohan anak di daerah Sunda. 


Barakati

Setalah menunggu 2 tahun, akhirnya Barakati bisa hadir di bioskop Indonesia. Film ini merupakan karya kelima dari Monty Tiwa di tahun 2016 yang menceritakan tentang penguakan misteri Majapahit di Pulau Buton. Film bergenre petualangan ini menampilkan Fedi Nuril, Acha Septriasa dan Dwi Sasono sebagai pemeran utama. 


#66

Setelah kesuksesan The Raid di berbagai festival fil internasional atas koreografi laganya. Kini hadir film yang juga meraih kesuksesan serupa berjudul #66. Film yang disutradarai oleh Asun Mawardi ini telah berhasil meraih beragam penghargaan internasional seperti Best Fight Choreographer Feature Film di International Film Festival 2016, Best Sound dan Best Supporting Actress in Foreign Language di International Filmmaker Festival of World Cinema Londong 2016.